.

TOKO ONLINE

Asus Zenpad Z170CG - 1GB - 8GB - 7 Inch

Asus Zenpad Z170CG - 1GB - 8GB - 7 Inch
Rp 1.249.000

Winner U8008 Skeleton Automatic Mechanical Watch

Winner U8008 Skeleton Automatic Mechanical Watch
Rp 349.000

DENYUT GURU SAMAN

Posted by Berman HS Selasa, 19 Desember 2017 0 komentar


BACA CERITA SEBELUMNYA DI SINI ! KLIK !

Setelah mendapatkan ilmu mossak, guru tote pamitan lalu pergi menuju ke diaman guru Saman. Berita kedatangan guru tote dari wilayah Samosir telah di ketahui orang banyak dan mereka berbondong-bondong melihat pertarungan itu. Di depan rumah guru tote yang di kelilingi kelapa sawit sangat ramai orang ingin melihat pertarungan itu, waktu itu angin berhembus sangat kencang di campur gemuruh petir yang membuat suasana semakin tegang.
“Hei guru Saman ! keluar dari rumah, aku kembali untuk membunuhmu !” raung guru tote sambil menelan ludahnya. Bruakkkk .... guru Saman membanting pintu. “Anak muda ! sepertinya kau benar-benar mau mampus, kali ini guru Saman akan tidak mengampunimu lagi !” guru Saman emosi menaikkan alisnya. “Kematian di tangan Tuhan, dasar iblis ! bukan di tangan guru Saman !” jawab guru tote dengan gagah berani.
“Tuhan ! siapa Tuhan ! aku tidak kenal dia !” ucap guru Saman dengan lantang. Suarah gemuruh bercampur petir kala itu semakin dekat di kuping.
“Benar kata guru, bahwa kau sudah lupa diri, tak punya hati, bahkan lupa kepada Tuhanmu sendiri, Tuhan maha pencipta segalanya !” balas guru tote menjawab.
“Sebaiknya kau minta tolong kepada Tuhanmu itu!” raung guru Saman.
Saat perdebatan itu mereka berdua, saling memandang tajam, sambil menuduh-nuduh menggunakan tangan kanan !!!
Heyackkkkkkkhhh [dengan seketika guru Saman berubah menjadi manusia berlimut]
Guru Saman berinsiatif  duluan melayangkan serangan dengan kaki kiri, tendangan lurus kedepan mengarah ulu hati. heyaaaaAAAaaaaa .... guru Saman membentak keras, lalu di bungkam guru tote dengan tangkisan dari atas ke bawah, dan di lanjutkan Van bolon dengan pukulan cross kiri mengarah rahang kanan Guru Saman, dengan lincah guru Saman memotong pukulan itu, menggunakan pukulan dari bawah ke atas mengarah rahang (pukulan hook) guru tote, untung saja guru tote sigap  menagkisnya.
Sagat lama mereka bertarung di sini dengan gagah berani, banyak pukulan dan tendangan yang mendarat di tubuhn guru Saman, tetapi tak mampan.
Heyahhhhh ... pukkkkkkkkk
Ciahhhhhtttt ... pakkkkkkk
Begitu gema suara raung mereka melengking dan suara serangan.
“Bagaimana dia bisa menahan pukulan-ku !!!” [guru tote melamun]
Di coba menendang lurus mengarah pipi, tetap tak di rasakan guru Saman sama sekali.
Heaaaatttttt !!!!! guru tote membentak keras.
Di lanjut dengan berbagai tendangan salto, sesekali guru Saman menangkis dengan tangkisan tengah dari dalam keluar.
guru tote menghela nafas, ha ...  ha ... ha ...
Kemudian ia mengeluarkan jurus cakarnya (jurus harimau) yang di pelajari waktu belajar mossak.
Heaaatttttt !!!! [menyerang guru Saman]
Crasssss ... jleppp .... [suara cakaran Van bolon yang berhasil mendarat di tubuh Guru Saman]
Sisik-sisik guru Saman, sepertinya mulai terkelupas satu persatu karena terkena cakarannya, namun guru tote juga terkena pukulan guru Saman sewaktu guru tote mencakar di bagain perut guru Saman.
hiahhh .... teriak guru tote sambil mencakar.
karena kebanyakan menyerang sehingga pertahanan guru tote lemah.
Heahhh !!!! suara guru Saman sambil menyerang,  krakkkkkkk .... [bunyi rusuk guru tote] karena tidak sempat menangkis Pukulan Guru Saman. owhhhhhhhhhhaaaahhhh ,,, guru tote meriang hebat kesakitan dan terpental ke tanah.
Namun guru Saman masih bisa tegap berdiri walau terkena cakaran guru tote, sedangkan guru tote sudah mulai merasa kesakitan sambil memegang rusuknya. Kepalanya bersimbah darah karena bocor terkena benturan ke tiang rumah.
Suara gaduh warga semakin kuat memperkeruh suasana. Semua warga sangat ketakutan melihat pertarungan itu,  dan harap-harap cemas karena guru tote banyak terkena serangan dari guru Saman. Salah satu dari mereka memberanikan melempari guru Saman dan di ikuti  dengan yang lainnya !
Heyaaaaaa !!!! kalian semua bodoh !!
Saat warga-warga melempari guru Saman, guru tote menahan-nahan kesakitan meremas-remas tangannya, ia  sesekali menggunakan jurus menahan kesakitan yang ia pelajari di perguruan mossak, karena sampai di sini, ia penuh luka, dan terkena pukulan dari si guru Saman.
haaaah ... begitu suara guru tote mendesa.
Di tarik nafas dalam dari hidung ..... Sssssss ..., dan dibuang nafas dari mulut #tiga kali#
Ia mengingat waktu latihan mossak bersama gurunya.
“Kau harus percaya diri, saat melakukan pukulan ini, dan pukulan ini berhasil saat kamu tertekan !!!” [terbayang]
Ketika guru tote menarik nafas, Guru Saman langsung berlari dari depan guru tote, dan ingin menyerang guru tote dengan tendangan mematikan. Heyahhhhh .... [teriak]
Dengan setengah sadar guru tote memukul lurus kedepan (gyaku thuki).
Hejaaaaaaaaah ?????  teriak guru tote dengan lantang.
Pukulannya berhasil mengenai kaki si guru Saman ketika guru Saman ingin menendang guru tote dengan tendangan menggunakan sisi kaki bagian luar sambil melompat dari atas (atau tendangan Yoko Geri kekome).
Jika sempat guru tote terkena tendangan itu, guru tote akan tak bisa melanjutkan perjuangannya.
Hukkkkkkkk, pekik guru Saman [susah bernafas pengaruh pukulan]
Guru Saman tadi terjatuh dan mengeluarkan keringat yang besar-besar, sambil mundur terpincang-pincang. Serangan yang guru tote lakukan adalah perpaduan antara jurus  “Katak Melempar Tubuh” dan pukulan “gyaku thuki” perpaduan antara kekuatan, ketenangan, konsentrasi, keyakinan, pukulan dari pinggul, dan tenaga dari dalam. Saat guru Saman mau bangkit lagi berdiri, guru tote melibas kepalanya lagi sambil bentuk kuda-kuda tengah dan berterik.
 Kiaiiiiiii :”:”:”:”:”:;’’’
lalu mengangkatnya berdiri kemudian menggeber dibagian perut.
kiaiiiiiiii .... guru tote melibas perut guru Saman, menggunakan pukulan Katak melempar tubuh,,,,, ukhhhh....suara Guru Saman mendesis,,,, sambil tertahan napas ....
Si guru Saman itu tersungkur jatuh dan melemas.
Hwahwahwahwaha, ejek guru Saman. Cihhhhh [meludah].
“Hanya itu kemampuanmu ?” cibir dia. guru tote menaikkan alisnya, dan mendirikan guru Saman dengan cara memegang sobekan baju kostumnya yang berantakan. Lalu mengeluarkan bambu  kecil dari sarungnya yang tersimpan di  kaki bagian kanan.
Biadap !!!!  [mencarut]
Pergilah kau ke neraka !!! raung guru tote.
guru tote menggorok kaki guru Saman  !!!???.
Jlepppppp ...., bambu menembus kaki guru Saman.
Guru Saman    : ahhhhhh,,,,, [menjerit] darahnya mengalir keluar]
Guru tote          : “Ampun,,,ampun guru,,, aku menyesali dosa-dosaku !”
Guru tote     : “Guru ingsun berpesan, bahwa kau harus mampus !” geram guru tote sambil menggigit giginya.
Guru Saman  : haaaa, “itu guruku !!!????”
Guru tote       : aku tau kau tahan tikam, tetapi ilmumu tidak akan bisa menahan bambu
   ini Enyalah kau selamanya !!! ia menggorok dada kiri Guru Saman.    
   Darahnya memancur keluar dan akhirnya meregang nyawa.
Kekkkkkkkkkkkkkh [pekik meregang nyawa]
Kita jaya !!! yah !!! kita bebas  !!! hidup guru tote !!! hidup !! hidup guru tote !!! hidup !!!
Begitu teriakan dan suara gaduh warga setempat !!!!
“Kalian dengar semua !! guru mossak itu berpesan ke pada kalian dan bagi orang yang mendengarkan !!!”
“Jangan sesekali mempelajari ilmu mossak ini, jika kalian tidak memiliki sahala, kalau tidak, ilmu itu akan mengajak kalian menjadi pindah kepercayaan dan melupakan Tuhan Maha Pencipta segalanya. Hanya kepada Dialah kalian meminta, hanya kepada Dialah kalian mengadu !” raung guru tote.
Siapa namamu guru ? teriak mereka sambil meminum air kelapa
Ibu angkatku memanggil dengan nama Walu Fahrezi ! dengan seketika pendekar itupun terbujur kaku, karena tantangan dari ilmu tote yang ia kuasai tidak bisa membongkar namanya terhadap orang lain. Saya tau karena dia menulis  rahasianya di secarik kertas, ucap gadis berkerudung di antara mereka.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul:

DENYUT GURU SAMAN


Ditulis oleh Berman HS
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://ceritasamosir.blogspot.com/2017/12/denyut-guru-saman.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Sergio Jaya
Toko Pakaian di Samosir

The Alien
CERITA SAMOSIR WARTAWAN: BERMAN HS support Eva's Blog - Original design by Bamz | Copyright of CERITA SAMOSIR.

Lencana Facebook

Blogroll